Pages

Jumat, 04 November 2011

Kepala Bocah Bernama Edi Jadi Sarang Ulat

Awalnya Edi sakit bisul, setelah mengering, ulat-ulat kecil keluar dari bekas lukanya.

Selasa, 6 April 2010, 09:35 WIB
Elin Yunita Kristanti
 
VIVAnews - Kasus ulat yang pernah keluar dari tubuh gadis 12 tahun, Ummi Darmianti, kini terulang kembali.

Tim dokter RS Umum Daerah Mamuju saat ini  melakukan perawatan intensif terhadap Edi yang masih balita. Beda dengan Umi yang mengeluarkan ulat dari badannya -- ulat-ulat keluar dari kepala Edi.

Hingga hari kedua, sudah lebih dari seratus ulat yang dicabut dari kepala Edi.

Salah seorang kerabat Edi, Nita mengatakan, sejak mendapat perawatan intensif dari tim dokter, sudah sekitar 150 ekor ulat keluar.
"Hari pertama perawatan sekitar 100. Dan hingga tadi malam, masih ada sekitar 50-an ekor ulat, baik yang sengaja dicabut maupun menempel di perban,” kata Nita yang dihubungi dari Makassar, Selasa, 6 April 2010.

Nita menambahkan, saat ini kondisi Edi belum bisa dikatakan membaik. Sebab, Edi yang baru berusia 14 bulan ini, masih begitu-begitu saja. 

Edi saat ini terpaksa diinfus untuk mempertahankan daya tahan tubuhnya.

 Ibu Edi, kata Nita, juga tetap rutin memberinya Air Susu Ibu (ASI).

"Dia belum bisa bicara, makanya susah diketahui kondisinya. Tapi secara umum kondisinya sejak masuk RS, masih seperti itu," tambahnya.

Saat ini, Edi dirawat di Perawatan 3, RSUD Mamuju, Sulawesi Barat. Informasi yang dihimpun VIVAnews, warga lingkungan Binanga, Kabupaten Mamuju itu awalnya menderita sakit bisul didaerah kepala, sekitar satu bulan lalu.

Karena terbatasnya biaya pengobatan, Wati dan Anto, orang tua Edi, hanya berusaha melalui pengobatan tradisional.

Menurut Nita, bisul tersebut sebenarnya sudah pecah dan mulai mengering. Entah mengapa, belakangan justru ditumbuhi oleh ulat berwarna putih, yang ukurannya lebih kecil dari beras. Edi kemudian dilarikan ke rumah sakit Minggu, 4 April 2010.

Keluarga besar Edi berasal dari Makassar. Dia merantau ke Mamuju Sulawesi Barat dalam dua bulan terakhir. Wati sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga, sedangkan suaminya hanya seorang sopir angkot.

Saat ini, keluarga besar Edi berharap perhatian maksimal dari pihak Rumah Sakit Mamuju. Mereka juga berharap belas kasih dari penduduk Mamuju yang mau membantu meringankan biaya pengobatan anak bungsunya selama di rumah sakit.
READ MORE - Kepala Bocah Bernama Edi Jadi Sarang Ulat

Baca Selengkapnya......

Obat 'Manusia Akar': Tepung + Minyak Tanah

Salep Dede sudah habis, bukannya datang ke RS, dia memakai obat racikan dari Lampung.


Dede 'manusia akar' (Antara)
VIVAnews - Dede si 'manusia akar' dikabarkan kehabisan salep obat kulit untuk menyembuhkan kutil-kutil yang tumbuh di kulitnya.

Sebagai alternatif, Dede menggunakan ramuan dari Lampung, yang merupakan campuran tepung terigu dan minyak tanah.

Padahal, menurut ketua tim penanganan Dede, dr. Rahmat Dinata, Dede tak perlu menunggu panggilan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) jika salepnya habis.

"Dede tinggal datang saja kembali ke RSHS jika salepnya habis dan untuk diperiksa kembali," kata Rahmat Dinata, Senin 7 Juni 2010.

Rahmat Dinata mengaku, dia telah mendengar salep Dede sudah habis, dan 'manusia akar' itu memakai racikan Lampung.

"Saya belum tahu apakah berpengaruh, tapi minyak tanah kalau digunakan berlebihan itu racun," kata dia.

Pihak rumah sakit, lanjut dia, tidak bertanggung jawab jika Dede menggunakan obat selain yang diberikan pihak rumah sakit. Semua pengobatan alternatif yang dilakukan merupakan tanggung jawab Dede sendiri.

"Mungkin ada yang coba-coba kasih tahu obat alternatif dari Lampung, namun itu semua tanggung jawab keluarganya sendiri," ujarnya.

Dede sudah beberapa kali menjalani operasi pengangkatan kutil di kulitnya.

Penyakit langka yang dialami Dede pernah jadi perhatian dunia, setelah beberapa stasiun televisi dunia, Discovery Channel dan Fox, menayangkan kisah Dede.
READ MORE - Obat 'Manusia Akar': Tepung + Minyak Tanah

Baca Selengkapnya......

Di Batanghari Ada Sajadah Terbang di dalam Masjid Kashful Iman


Deby (15), putra bungsu Rd. Zahabi yang notabene adalah anggota DPRD Batanghari mengalami peristiwa aneh dalam hidupnya pada bulan Ramadhan 1432 H atau tepatnya pada hari Rabu dini hari, tanggal 10/8 lalu.
Remaja tanggung itu menyaksikan sebuah sebuah sajadah melayang terbang di dalam Masjid Kashful Iman Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muaro Tembesi Kabupaten Batanghari. Sajadah itu tidak hanya terbang, bahkan sempat berdiri seperti layaknya orang sholat.

Menurut penuturan Deby, peristiwa ganjil itu terjadi pada, Rabu (10/8) sekitar pukul 03.00 WIB di Masjid Khasful Iman. Kejadian bermula saat dirinya bersama temanya tidur di dalam bangunan masjid setelah melakukan Tadarusan.

"Ketika itu saya tengah tertidur di dekat mimbar imam. Satu orang teman tidur di mimbar sementara yang lainnya di bagian tengah mesjid. Saya merasakan ada yang menarik sajadah dari tangan saya," tutur remaja itu, di Muaro Tembesi, Batanghari, Jambi.

Merasa ada yang menarik, dirinya pun terbangun dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sajadah yang sebelumnya ia gunakan tiba-tiba terbang di dalam ruang masjid tersebut.

"Saya kaget karna sajadah tersebut bisa berdiri dan terbang ke atas seperti ada yang memegang tapi tidak kelihatan. Saya kaget dan langsung teriak sambil membangunkan teman-teman lainnya," ungkapnya.

Teriakannya pun didengar oleh rekan-rekannya.al-hasil, mereka pun terbangun dari tidur. Keadaan semakin hiruk ketika semuanya melihat kalau ada sajadah terbang sambil lari keluar masjid seraya berteriak ada sajadah terbang..

"Ada sajadah terbang, ada sajadah terbang," ucap Deby menirukan ucapan rekan-rekannya.

Dalam situasi panik, Deby sempat mengabadikan peristiwa aneh itu. Ia mengambil handphone (HP) dalam saku celananya dan langsung mengambil gambar. Tidak lama setelah itu, barulah warga datang untuk menyaksikan peristiwa aneh itu.

Menurut Deby, anehnya lagi, sajadah masih tetap berdiri di lantai seperti sedia kala meskipun warga sudah ramai ke dalam masjid. Bahkan satu dari mereka memberanikan diri untuk memegang sajadah seraya menyebut asma Allah.

"Setelah di pegang dan dibacakan asma Allah oleh Pak Kurniawan, sajadah itu akhirnya jatuh ke lantai," kata dia.

Menanggapi peristiwa unik itu, seorang Imam Masjid Kashful Iman bernama Turkish mengatakan, bahwa peristiwa tersebut merupakan peringatan yang dilakukan oleh Jin Muslim penunggu mesjid.

Menurutnya lagi, peristiwa itu ada dua perkara yang dapat diambil hikmahnya. Pertama, Masjid adalah tempat ibadah, siapa yang masuk ke dalamnya harus dalam keadaan suci dan berwudhu. Terkadang ada jamaah yang tidak sadar, dari rumah hendak sholat dan sudah berwudhu, namun dalam perjalanan tersentuh atau terpijak kotoran, dan itu sudah mengotori mesjid.

Kemudian yang kedua, bagi jamaah, tidak dilarang tidur di mesjid namun ada peraturannya. Tidak boleh tidur di areal mimbar karena mimbar adalah tempat imam serta tidur berlawanan dengan arah kiblat.

Dia juga memperkirakan, berdirinya sajadah tersebut hingga terbang turun naik, disebabkan Jin dimaksud tersebut marah dengan mereka yang tidur.

"Jin tersebut marah, karna tempat sholatnya di areal mimbar ada yang tidur. Kemudian, sajadah dipakai untuk selimut. Itu tidak boleh," tambahnya.

Turkish berharap, semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya umat Muslim, untuk dapat menjadikan masjid sebagai tempat ibadah, dan menghormati tata aturan yang berlaku di dalam masjid.

link : http://zonasemu1.blogspot.com/2011/09/di-batanghari-ada-sajadah-terbang-di.html
READ MORE - Di Batanghari Ada Sajadah Terbang di dalam Masjid Kashful Iman

Baca Selengkapnya......

Inilah Mobil Terkecil di Dunia


KN.Info - Modifikator asal Inggris, Perry Watkins tidak henti-hentinya berkarya membuat mobil aneh. Setelah mobil paling tipis, dan meja makan yang melaju kencang, kini Watkins membuat mobil paling kecil di dunia.
Watkins membuat mobil terkecil ini dari mobil mainan Postman Pat yang dijalankan dengan koin dan mesin quad bike atau yang biasa dikenal sebagai ATV (all terrain vehicle). Bodi mobil mainan yang aslinya berwarna merah itu diganti catnya menjadi hitam, putih dengan semburan grafis api khas Watkins.
Seperti dikutip BBC, Watkins membuat mobil ini selama 3 bulan saja. Watkins mengeluarkan si tukang pos Pat dari mobilnya dan kemudian mengganti mesinnya dengan mesin betulan dari sebuah ATV tadi.
Mobil ini berukuran sangat mini dengan dimensi tinggi 1,04 meter, lebar 0,6 meter dan panjang 1,29 meter.
“Ukurannya bahkan setengah dari mobil terkecil yang pernah ada yakni P50,” ujarnya.
Untuk kaki-kakinya, pria yang pernah membuat meja makan berjalan itu menggunakan ban asli dari sepeda motor Honda Monkey untuk ban belakang.
Sedangkan bagian roda depan menggunakan ban dari motor mini Brockhouse Corgi tahun 1939 dengan pelek hasil modifikasi sendiri.
Sayangnya tidak ada penjelasan kapasitas mesin yang digunakan Perry pada
mobilnya ini. Namun diyakini mesinnya hanya 150 cc. Mobil tersebut dapat menempuh kecepatan maksimal 59,5 km per jam. Hebatnya, mobil ini juga memiliki seat belt untuk keamanan penggunanya.
Hasil karya Perry Watkins satu ini tidak sia-sia, setelah setahun lebih, Guinness Book of World Records seperti dilansir MSNBC, Selasa (9/11/2010) akhirnya mengakui mobil tersebut sebagai mobil terkecil di dunia yang bisa digunakan di jalan raya.
Namun sayang, untuk mengendarainya, kepala kita harus menunduk. Wah kalau untuk perjalanan Jakarta-Bandung-Jakarta apa jadinya ya?

Dari Vivanews.com
READ MORE - Inilah Mobil Terkecil di Dunia

Baca Selengkapnya......

Minum Resep Dokter, Kulit Bocah Ini Melepuh

Penyakit yang dideritanya justru alergi obat.

Indri, bocah enam tahun yang menderita kulit melepuh
                                     
VIVAnews --  Nestapa dialami Indri, Jati Rahim, warga Getap, Babakan, Kota Mataram. Bocah enam tahun itu terbaring lemah di ruang rawat inap nomor 248 bangsal Dahlia Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat.

Putri pasangan Baiq Sumarni dan Abdurrahim itu harus menjalani perawatan intensif dokter. Kulit di sekujur tubuhnya tampak terkelupas seperti terkena luka bakar.

Baru belakangan diketahui, penyakit yang dideritanya karena alergi  obat yang diperoleh dengan resep dari dokter.

Menurut Baiq Sumarni, anaknya semula mengidap penyakit biasa sehingga ditangani oleh seorang dokter  yang memiliki klinik praktik.

“Awalnya Indri tidak mengalami gejala apa-apa dengan obat tersebut, tapi lama kelamaan kondisinya semakin parah, bibirnya mengeluarkan nanah dan kulit tubuhnya terkelupas,” Sumarni di Mataram, Kamis 16 September 2010.

Semenjak kejadian itu, Indri dirawat di  RSUP NTB di bawah penanganan dokter Dewi. Sumarni awalnya menduga jika anaknya korban malpraktik.

Namun dari keterangan Dokter Dewi diketahui penyakit Indri akibat alergi obat yang dikonsumsinya.

Sementara itu  Wakil Direktur  Diklit RSUP NTB, dr Lalu Ahmadi Jaya SPPD membantah terjadi malpraktik terhadap Indri.
Menurutnya dokter yang menangani penyakit Indri sudah melakukan pengobatan terhadap pasien sesuai dengan prosedur yang ada. Menurutnya dosis dan tekanan obat yang harus dikonsumsi pasien sesuai dengan penyakit awalnya.

Lalu Ahmadi Jaya mengaku jika sebelum melakukan pengobatan dokter harus menanyakan kepada pasien, apakah alergi dengan obat yang akan digunakan atau tidak.

Menurutnya Indri menderita Steven Johnson akibat penetroit, atau alergi obat. Itu terjadi  karena kekebalan tubuh pasien tidak sepadan dengan obat yang dikonsumsi. 

“Jika alergi obat tentu dokter tidak akan berani memberikan obat tersebut.  Indri hanya alergi obat saja, bukan korban malprektik,’’ ujarnya.

Terkait dengan peristiwa tersebut pihaknya mengimbau kepada masyarakat segera berkonsultasi dengan dokter jika terjadilah gejala-gejala seperti yang dialami Indri.

Saat ini kondisi kesehatan Indri sudah mulai membaik pasca perawatan intensif.
READ MORE - Minum Resep Dokter, Kulit Bocah Ini Melepuh

Baca Selengkapnya......

Sakit Aneh, Darah Mengalir Bagai Keringat

Darah segar kerap keluar dari pori-pori kulit Dora. Juga lewat telinga, mulut, dan hidung.


Dora Indrianti Tri Murni (Eri Naldi| Sumatera Barat)
 
VIVAnews -- Ini kondisi yang dialami Dora Indrianti Tri Murni: darah segar kerap keluar dari pori-pori kulitnya. Saat kondisinya menurun, cairan merah itu bahkan mengucur dari telinga, mulut, dan hidungnya.

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Padang itu menceritakan, pendarahan akan terjadi saat ia kelelahan dan terlalu banyak berpikir. Sudah dua tahun ia menderita penyakit yang tak diketahui sebabnya.

Meski demikian, Dora mengaku gaya hidupnya selama enam tahun belakangan berbeda dengan orang biasa. "Saya hanya tidur dua jam dalam sehari," ujar Dora pada VIVAnews, Senin, 30 Mei 2011.

Meski bisa bersekolah di perguruan tinggi, Dora bukan tipikal anak kuliahan yang tinggal menunggu kiriman dari orang tua. Untuk membiayai kulian dan hidup dua adiknya, perempuan tegar ini bekerja membanting tulang. "Saya mengojek, menjadi satpam, dan cleaning service," ujarnya.

Sakit yang ia derita tak hanya membuatnya tak bisa kuliah, tapi juga tak bisa bekerja. Kini, mahasiswi semester VI itu dirawat di ruangan ICU (Intensive Care Unit) Rumah Sakit Dr M Djamil Padang. Kondisinya terlihat membaik setelah semalam sempat pingsan dan dipindah ke ruangan ICU.

Pihak rumah sakit telah mengirim sampel darah Dora ke Jakarta menjalani tes ANA (Antinuclear Antibody test) untuk mengetahui kondisi kerusakan pembuluh darah. Tes ini untuk mengetahui kerusakan pembuluh darah (vaskulopati) pasien. Sampai saat ini hasil tesnya masih belum ke luar.

"Diagnosis awal, menunjukkan pasien mengalami keadaan di mana mudah terjadi pendarahan (diatesis hemoragik)," ujar Dokter Sub Spesialis Konsultan Hematologi dan Onkologi Irza Wahid. Kondisi ini, menurut Irza, terjadi karena kelainan pembuluh darah, kandungan trombosit dalam darah, dan pembekuan darah.

Pada kasus Dora, kandungan trombosit dan hemoglobin di dalam darah dinyatakan normal. Hal ini yang membuat tim dokter yang menangani Dora belum bisa menyimpulkan apa penyebab penyakit yang dideritanya.

"Pendarahan di mulut, telinga, hidung, itu hal yang biasa, tapi kalau dari pori-pori ke luar darah, saya baru menanganinya kali ini," ujar Irza. Saat ini, tim dokter juga tengah berencana mengirimkan kembali sampel darah Dora ke RS Cipto Mangunkusumo untuk mengetahui apakah terjadi penurunan fungsi trombosit (fungsi agregasi trombosit).

 Tim dokter yang menanganinya juga sempat melakukan computer radiography scanner (CT Scan) di kepala pasien dan hasilnya tidak ditemukan adanya kelainan. Dalam kasus ini, tim dokter RS M Djamil belum bisa menyimpulkan penyakit yang diderita Dora.
READ MORE - Sakit Aneh, Darah Mengalir Bagai Keringat

Baca Selengkapnya......
Free Heart Blue Glitter Cursors at www.totallyfreecursors.com